Pengetahuan umum dan soal-soal



Pengetahuan umum
1.      Sinyal warna di umpankan ke rangkaian pembelah warna melalui rangkaian penguat krominan.
2.    Pembelah warna mengeluarkan masing-masing mengandung sinyal selisih warna merah dan sinyal selisih warna biru . Sinyal-sinyal itu di umpanan pada demodulator V dan demodulator U.
3.      Demodulator pada sinyal pembawa 4,43 MHz dalam fasa yang benar.
4.      Penindas warna menindas penguat warna kalau sedang tidak ada sinyal krominan yang rusak.
5.      Sinyal V adalah sinyal yang sudah dilemahkan, yaitu sinyal selisih warna merah. Adapun yang dimaksud dengan sinyal U adalah sinyal selisih warna biru. Sedangkan sinyal Y adalah sinyal luminan (kecerahan).
6.      Kerusakan rangkaian stabilizer catu daya akan berakibat gambar tidak stabil dan suara cacat.
7.      Gambar berupa satu garis lurus horizontal, kerusakan terletak pada rangkaian vertikal. Sedangkan satu garis vertikal kerusakan terletak pada rangkaian horizontal.
8.    Tegangan ekstra tinggi yang dihasilkan trafo flyback untuk keperluan anoda tabung gambar adalah 10-30 KV DC.
9.      Gambar bergetar-getar dengan suara gemertak sering disebabkan oleh rusaknya kondensator pada trafo filter IF video.
10.  Gambar tidak linear (orang jadi jangkung dan tinggi) di sebabkan pada sistem balik kopel vertikal (Elko rusak).






ISTILAH
KETERANGAN
AGC
Automatic Colour Control (pengatur warna otomatis)
AFT
Automatic Fine Tuning (pengatur frekuensi otomatis)
AGC
Automatic Gain Control (pengatur penguatan otomatis)
Band pass
Rangkaian pelewat jalur bawah
Chromynance
Sinyal warna
Colour Splitter
Rangkaian pembelah warna
CRT
Catoda Ray Tube (Tabung TV)
Demodulasi
Pengambilan sinyal modulasi
Kompatibilitas
Kemampuan TV warna dan Hitam putih dalam memproduksi sinyal gambar warna atau hitam putih.
Lumynance
Sinyal kecerahan yang dipancarkan pemancar TV warna.
Modulasi
Proses pembawaan suatu sinyal
NTSC, PAL, SECAM
Macam-macam system penyiaran sinyal TV
Sinya U
Sinyal selisih warna biru yang sudah dilemahkan
Sinyal V
Sinyal selisih warna merah yang sudah dilemahkan
Syncronasi
Penyamaan sinyal yang diterima dengan yang dipancarkan.
Trafo flyback
Travo yang mampu menghasilkan tegangan 10-30 KV DC.

 
Komponen elektronika Pasif:
1.      Resistor: Resistor adalah jenis komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai hambatan dalam sebuah rangkaian elektronika. Komponen ini memiliki satuan Ohm.


2.      Kapasitor: Kapasitor adalah salah satu jenis komponen elektronika yang memiliki fungsi menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Komponen ini ada yang berjenis bipolar, ada juga yang berjenis unipolar.



3.      Induktor: Induktor merupakan salah satu komponen elektronika yang biasanya ditemukan pada rangkaian yang berhubungan dengan frekwensi seperti radio dan televisi.



Komponen Aktif
1.      Transistor: Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

2.      IC: IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge). Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.


3.      Dioda: Dioda adalah komponen aktif semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik. Dioda berasal dari pendekatan kata dua elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda semikonduktor hanya melewatkan arus searah saja (forward), sehingga banyak digunakan sebagai komponen penyearah arus. Secara sederhana sebuah dioda bisa kita asumsikan sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
  • Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  • Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
  • LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
  • Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
  • Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
  • Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.

Soal-soal
1.      Jelaskan perbedaan antara sistem NTSC, PAL, dan SECAM pada penerima sinyal TV!
2.      Sebutkan 3 fungsi utama penerima TV!
3.      Tuliskan 6 sub bagian pada blok rangkaian warna!
4.      Gambarkan lingkaran warna primer (R, G, B)!
5.      Sebutkan 4 gangguan kerusakan pada rangkaian video amplifier!
6.      Berapakah tegangan ekstra tinggi pada trafo flyback?
7.      Jelaskan 4 langkah efisiensi yang diperlukan dalam prosedur reparasi!
8.      Terangkan cara pemeriksaan baik/rusaknya komponen dibawah ini:
a.       Dioda
b.      Elko
c.       Transistor
d.      Transformator
Jawaban:
1.      NTSC unggul dalam hal kompatibilitas namun memerlukan pengaturan. PAL kompatibilitas lebih rendah mutu nya tetapi tidak memerlukan pengaturan jenis warna yang rumit. SECAM paling rendah kompabilitasnya, tetapi tidak memerlukan sinkronasi ataupun jenis warna.
2.      3 fungsi utama penerima TV
a.       Menguatkan sinyal pembawa suara, mendeteksi sinyal tersebut dan mengumpankannya pada penguat suara.
b.      Menguatkan sinyal pembawa gambar, mendeteksi sinyal tersebut dan mengumpankannya pada CRT.
c.     Membangkitkan arus bentuk gigi gergaji guna membelokkan berkas elektron  dalam CRT. Disamping itu juga menghasilkan tegangan ekstra tinggi untuk keperluan anoda tabung gambar.

3.      6 sub bagian pad blok rangkaian warna
a.       Penguat krominan
b.      Sinkronasi warna
c.       Automatic colour control
d.      Colour killer
e.       Rangkaian fasa180ᵒ
f.       Demodulasi
4.      Lingkaran warna primer

5.      Empat kerusakan video amplifier
a.       Tidak ada raster
b.      Raster ada tetapi gambar lemah
c.       Gambar terlalu hitam
d.      Gambar terlalu kontras
6.      10-30 KV DC
7.      4 langkah efisiensi reparasi
a.       Keadaan gangguan kerusakan diketahui betul
b.      Perkiraan blok yang rusak berdasarkan gangguan kerusakan
c.       Setelah itu cari komponen yang rusak berdasarkan kerusakan
d.      Ganti komponen yang rusak.

8.      Komponen
a.       Dioda: kedua probe Avo meter di sentuhkan ke kaki dioda setelah itu sebaliknya. Jika jarum bergerak dan yang kedua tidak maka dioda bagus.
b.       Elko: bila jarum Avo bergerak lalu menuju ke nol perlahan-lahan maka bagus. Jika tidak kembali ke nol berarti bocor. Jarum tidak bergerak berarti rusak.
c.       Transistor: probe min pada basis, probe plus pada emitor dan kolektor. Jarum tidak bergerak berarti bagus dan sebaliknya rusak. Probe plus pada basis, probe min pada kolektor dan emitor. Jarum bergerak bagus dan sebaliknya maka rusak.
d.      Transformator: hubungkan masing-masing probe Avo pada bagian primer kemudian ke skunder bagus apabila jarum bergerak. Sekarang periksa apakah ada hubungan pendek antara primer maupun skunder dengan teras besinya. Jika bergerak berarti rusak.








Komentar